Kemarin,
gue bersama 2 temen gue nongkrong di salah satu tempat ngopi di kota
Yogyakarta. Tiba-tiba gue gak sengaja ngeliat seseorang yang mirip temen gue
ketika masa kecil dulu. Tanpa pikir panjang, gue langsung deketin orang itu.
Ternyata benar, dia adalah temen gue ketika masih kecil dulu, emang sih umur
dia lebih tua 4 tahun dari gue. Gue ajak dia buat gabung nongkrong bareng gue.
Kita bernostalgia membahas masa kecil kita. Kita bercanda, tertawa bersama
mengingat masa-masa kecil dia yang suram. Disaat kami sedang asik ngobrol,
tiba-tiba gue memotong pembicaraan dan bertanya kepada dia, “By the way,
sekarang lu tinggal dimana?”. Dia pun menjawab, “Gue tinggal di ruko nih”.
Setelah mendengar jawaban dari temen gue, gue dan 2 temen gue pun langsung tertawa
terbahak-bahak dan saling berbisik, “Palingan sekarang dia jadi gembel,
gara-gara gak punya uang jadi tidurnya didepan ruko beralaskan koran bekas”.
Temen gue yang melihat kami sedang tertawa terbahak-bahak setelah mendengar
jawabannya langsung meninggalkan kami bertiga karena merasa tersinggung.
Seminggu
kemudian, gue bersama 2 temen gue sedang mengerjakan tugas kuliah menggunakan
laptop, tiba-tiba laptop gue mati. Temen gue pun menyarankan gue untuk
memperbaiki laptop di tempat servis terbaik yang pernah ia datangi. Tanpa pikir
panjang, gue langsung membawa laptop gue ke tempat servis yang disarankan temen
gue. Tempat servis laptop yang gue datangi tersebut berwujud ruko 3 lantai yang
sangat luas, disana juga menjual berbagai macam merk laptop ternama, dan disana
juga banyak sekali pegawainya. Setelah laptop gue selesai diperbaiki, gue
langsung buru-buru pulang untuk melanjutkan tugas kuliah gue. Disaat gue mau
pulang, gue bertemu lagi dengan temen masa kecil gue yang kami tertawakan
ditempat nongkrong minggu lalu. Gue pun bertanya, “Ngapain lu disini?”. Dia pun
menjawab, “Ya gue mau pulang kerumah sekaligus kantor gue”. Dengan sedikit rasa
takut, gue kembali bertanya, “Maksud kamu, ini rumahmu?”. Dia pun kembali
menjawab, “Iya rumah gue ada di lantai 3, tempat servis yang ada di lantai 2
itu milik gue, laptop-laptop yang dijual di lantai 1 itu juga milik gue, dan
semua pegawai yang ada disini adalah pegawai gue. Emang kenapa”. Dengan penuh
rasa malu gue dan temen-temen gue pun meminta maaf kepada temen masa kecil gue
itu, kami menyesal telah menilaimu sebelah mata.
Jadi buat
pembaca gue yang bijak, buanglah jauh-jauh kebiasaan menilai seseorang sebelah
mata. Jangan pernah menghina orang lain, karena kita tidak tahu masa depan
seseorang itu bakal seperti apa. Berbuat baiklah terhadap sesama manusia, siapa
tahu dialah orang yang bisa membantu kita ketika sulit nanti.