Welcome To My Blog

Tuesday, 21 February 2017

Jangan Pernah Menghina Orang Lain

     Kemarin, gue bersama 2 temen gue nongkrong di salah satu tempat ngopi di kota Yogyakarta. Tiba-tiba gue gak sengaja ngeliat seseorang yang mirip temen gue ketika masa kecil dulu. Tanpa pikir panjang, gue langsung deketin orang itu. Ternyata benar, dia adalah temen gue ketika masih kecil dulu, emang sih umur dia lebih tua 4 tahun dari gue. Gue ajak dia buat gabung nongkrong bareng gue. Kita bernostalgia membahas masa kecil kita. Kita bercanda, tertawa bersama mengingat masa-masa kecil dia yang suram. Disaat kami sedang asik ngobrol, tiba-tiba gue memotong pembicaraan dan bertanya kepada dia, “By the way, sekarang lu tinggal dimana?”. Dia pun menjawab, “Gue tinggal di ruko nih”. Setelah mendengar jawaban dari temen gue, gue dan 2 temen gue pun langsung tertawa terbahak-bahak dan saling berbisik, “Palingan sekarang dia jadi gembel, gara-gara gak punya uang jadi tidurnya didepan ruko beralaskan koran bekas”. Temen gue yang melihat kami sedang tertawa terbahak-bahak setelah mendengar jawabannya langsung meninggalkan kami bertiga karena merasa tersinggung.

     Seminggu kemudian, gue bersama 2 temen gue sedang mengerjakan tugas kuliah menggunakan laptop, tiba-tiba laptop gue mati. Temen gue pun menyarankan gue untuk memperbaiki laptop di tempat servis terbaik yang pernah ia datangi. Tanpa pikir panjang, gue langsung membawa laptop gue ke tempat servis yang disarankan temen gue. Tempat servis laptop yang gue datangi tersebut berwujud ruko 3 lantai yang sangat luas, disana juga menjual berbagai macam merk laptop ternama, dan disana juga banyak sekali pegawainya. Setelah laptop gue selesai diperbaiki, gue langsung buru-buru pulang untuk melanjutkan tugas kuliah gue. Disaat gue mau pulang, gue bertemu lagi dengan temen masa kecil gue yang kami tertawakan ditempat nongkrong minggu lalu. Gue pun bertanya, “Ngapain lu disini?”. Dia pun menjawab, “Ya gue mau pulang kerumah sekaligus kantor gue”. Dengan sedikit rasa takut, gue kembali bertanya, “Maksud kamu, ini rumahmu?”. Dia pun kembali menjawab, “Iya rumah gue ada di lantai 3, tempat servis yang ada di lantai 2 itu milik gue, laptop-laptop yang dijual di lantai 1 itu juga milik gue, dan semua pegawai yang ada disini adalah pegawai gue. Emang kenapa”. Dengan penuh rasa malu gue dan temen-temen gue pun meminta maaf kepada temen masa kecil gue itu, kami menyesal telah menilaimu sebelah mata.

     Jadi buat pembaca gue yang bijak, buanglah jauh-jauh kebiasaan menilai seseorang sebelah mata. Jangan pernah menghina orang lain, karena kita tidak tahu masa depan seseorang itu bakal seperti apa. Berbuat baiklah terhadap sesama manusia, siapa tahu dialah orang yang bisa membantu kita ketika sulit nanti.

No comments:

Post a Comment